cara export kopi

17 Jun

Tentang Ekspor Kopi Indonesia
EKSPOR KOPI INDONESIA
Kalau kita baca sejarah kopi, kita tahu bahwa kopi Indonesia
telah diekspor sejak jaman Hindia Belanda. Sampai saat inipun
kopi masih merupakan komoditi ekspor yang penting bagi
Indonesia, termasuk 10 besar komoditi ekspor utama walaupun
tahun 2010 ini ekspornya merosot dibandingkan tahun lalu.
Dari beberapa sumber diketahui bahwa ekspor kopi Indonesia
menurut jenisnya terdiri dari 85% robusta dan 15% arabika.
Patut disayangkan bahwa ekspor kopi kwalitas rendah makin
lama makin meningkat dimana pada tahun 2010 jumlahnya
mencapai 35% dari seluruh ekspor kopi, padahal pada tahun
1995 jumlah ekspor kopi kwalitas rendah hanya 14%. Lampung
menguasai sekitar 70% – 85% dari seluruh ekspor kopi
Indonesia, dimana ekspor kopi dari Lampung ini berasal dari
Bengkulu, Sumatera Selatan dan dari Lampung sendiri.
Adapun ekspor kopi Indonesia pada tahun 2009/2010
volumenya mencapai 350.000 ton dengan nilai sebesar US
$.705,5 juta. Dibandingkan tahun 2008/2009 dimana
volumenya mencapai 401.000 ton dengan nilai sebesar US
$.722 juta, maka disebutkan bahwa kinerja ekspor kopi
Indonesia mengalami penurunan sebesar 12,7%, namun
demikian nilai ekspornya meningkat 3%. Hal ini disebabkan
harga kopi dunia meningkat sampai 40%, yang disebabkan
meningkatnya permintaan ditengah berkurangnya pasokan.
Musim dingin yang ekstrim dan badai salju yang dialami banyak
negara di Eropa telah menaikkan konsumsi kopi dan telah ikut
meningkatkan permintaan kopi, dan curah hujan tinggi ditengah
ketidak pastian cuaca yang dialami banyak negara penghasil
kopi telah menyebabkan berkurangnya pasokan kopi.
TATA CARA EKSPOR KOPI
Sejak tahun 2001 kebijakan reformasi yang dilakukan ICO
(International Coffee Organization) diantaranya adalah
menghapus sistem kuota dalam perdangangan kopi dunia.
Dengan tidak diterapkannya sistem kuota maka para eksportir
dibebaskan dari pembatasan jumlah kopi yang dapat di ekspor.
Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK) dapat dikeluarkan
langsung oleh Dinas yang bertanggung jawab di bidang
Perdagangan di Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan jumlah
permintaan eksportir yang bersangkutan.
Berdasarkan perubahan tersebut, Pemerintah mengeluarkan
Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.588/
MPP/Kep/12/1998 tanggal 4 Desember 1998 tentang
Ketentuan Umum di Bidang Ekspor sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri
Perdagangan No.01/M-DAG /PER/1/2007 tanggal 22 Januari
2007 dan Peraturan Menteri Perdagangan No.27/M-DAG/
PER/7/2008 tanggal 18 Juli 2008 tentang Ketentuan Ekspor
Kopi guna mengatur tata niaga ekspor kopi.
Kopi yang diatur ekspornya adalah yang termasuk pos tarif /
HS. 09.01 dan 21.01 yang hanya dapat dilakukan oleh
perusahaan yang telah diakui sebagai Eksportir Terdaftar Kopi
(ET-Kopi) oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri
Kementerian Perdagangan.
Untuk diakui sebagai ET-Kopi, Perusahaan harus mengajukan
permohonan kepada Direktur Jenderal dengan melampirkan
Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Surat Izin Usaha
dari Departemen Teknis/Lembaga Pemerintahan Non
Departemen, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Pokok
Wajib Pajak (NPWP), dan mendapatkan Rekomendasi dari
Dinas yang bertanggung jawab dibidang Perdagangan di
Provinsi/Kabupaten/Kota yang ditunjuk sebagai penerbit SPEK.
Pengakuan sebagai ET-Kopi berlaku selama perusahaan yang
bersangkutan melaksanakan kegiatan usahanya, sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Apabila ET-Kopi tidak
melaksanakan kegiatan ekspor kopi selama 1(satu) tahun
terakhir maka pengakuan sebagai ET-Kopi dinyatakan tidak
berlaku..
Ekspor kopi hanya dapat dilaksanakan apabila dilengkapi SPEK
dan kopi yang diekspor wajib sesuai dengan standar mutu yang
ditetapkan Menteri Perdagangan..
Dalam tata cara pelaksanaan, perusahaan eksportir harus
mengajukan permohonan secara tertulis untuk memperoleh
penerbitan SPEK kepada Kepala Dinas yang bertanggung
jawab di Bidang Perdagangan di Provinsi/Kabupaten/Kota
dengan melampirkan Foto kopi pengakuan sebagai ET-Kopi dan
Foto kopi bukti pembayaran iuran kepada Asosiasi Eksportir
Kopi Indonesia (AEKI) dengan menunjukkan bukti asli.
SPEK diterbitkan selambat-lambatnya dalam waktu 3
hariterhitung sejak diterimanya permohonan penerbitan SPEK
secara lengkap dan benar, dan hanya berlaku selama 30 hari
sejak diterbitkan dan hanya dapat diperpanjang 1 kali.Masa
berlaku SPEK sampai dengan akhir tahun kopi atau sampai
tanggal 30 September, dan tidak dapat diperpanjang lagi.SPEK
dapat digunakan untuk pengapalan dari seluruh pelabuhan
Indonesia.
Eksportir harus melampirkan Surat Keterangan Asal (SKA) form
ICO yang dikeluarkan oleh Dinas yang bertanggung jawab di
bidang perdagangan di Provinsi/Kabupaten/Kota dan instansi
yang ditunjuk oleh Direktu Jenderal Perdagangan Luar Negeri
dalam penerbitan SKA form ICO.
Eksportir kopi yang melakukan pelanggaran terhadap
ketentuan dan persyaratan ekspor kopi dikenakan sanksi
berupa pembekuan atau pencabutan pengakuan sebagai
Eksportir Terdaftar Kopi (ET-Kopi).
Silahkan mengekspor kopi.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: